Thursday, April 23, 2009

Apa kabar indonesia?, semoga baik baik saja. Beberapa waktu lalu kita telah memilih wakil rakyat dimana pemilihan wakil rakyat secara langsung adalah salah satu bentuk konsistensi dari ideologi kerakyatan yang di anut bangsa indonesia. Namun, o lala, akibat pemilihan rakyat secara langsung, ada kabar yang memang sudah diprediksi dari jauh-jauh hari benar-benar terbukti. Kabar apakah itu?, kabar itu adalah kabar banyaknya calon-calon legislatif yang gagal yang mengalami stress berat dan depresi. Mengapa?, mungkin kita semua sudah tahu, bahwa keinginannya lah yang mengakibatkan mereka mengalami stress dan depresi. Keinginan untuk menjadi seorang anggota dewan yang dalam benak mereka adalah kehormatan, prestise dan kekayaan, anggota dewan yang dalam pikiran mereka adalah pundi pundi uang, hinga mereka pun berambisi menggapainya, dan sayangnya mereka terlalu berambisi sehingga banyak yang melakukan cara cara yang tidak baik, misal dengan membeli suara. Padahal ada hadist yang mengatakan, "pemberi suap dan yang diberi suap dua-dua nya masuk neraka".. Bila kita mengembalikan hal diatas, dalam hal ini jabatan, kekuasaan dan kepemimpinan kepada makna yang sebenarnya, maka kekuasaan adalah derita dan sarat akan ujian, sedangkan kepemimpinan adalah pelayanan. Pemimpin adalah pelayan, jadi wajar jika sesaat setelah rasulullah wafat, para sahabat saling bermohon agar teman nya mau memegang jabatan kekhalifahan, mereka tahu akan beban dan tanggung jawab yang teramat berat yang akan dipikul oleh seorang pemimpin, dan mereka sama sekali tidak melihat peluang kekayaan dan kehormatan yang akan mereka peroleh jika mereka menjabat sebagai khalifah padahal waktu itu islam dalam periode keemasan dengan wilayah yang teramat luas. Itulah mereka, sekarang kita bandingkan dengan pemimpin di jaman kita, sangat berbeda jauh. Jadi wajar jika karena ambisinya, para calon legislatif yang gagal mengalami kesedihan yang sangat dan itu menyebabkan mereka stress. Tapi itu tak murni salah mereka, sistem pemilihan langsung sangat berpengaruh dan memfasilitasi hal ini, karena dengan sistem ini, para calon anggota legislatif akan berusaha langsung untuk menarik hati dari masyarakat,.akibatnya kebutuhan untuk itu menjadi mutlak dan menggunakan biaya banyak, memasang spanduk, baliho dan lain sebagainya hingga memberi uang langsung.. Dan akhirnya kesedihan akibat kegagalan menjadi bertambah dengan kerugian materi yang tidak sedikit. Kerugian lain dari sistem ini adalah tidak adanya pendidikan dalam partai, atau pengkaderan. Maka walau pun misal kita baru masuk partai tersebut, kita berpeluang untuk duduk di kursi legislatif mengalahkan seniornya yang sudah bertahun-tahun berkarier dalam partai namun kurang modal. Dan ada lagi kerugian sistem ini yang tak kalah besar adalah kerugian karena sistem ini berpeluang memecah ikatan kekeluargaan. Demikian lah tulisan singkat saya, semoga kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi di sekitar kita. Terima kasih dan sampai jumpa di tulisan lain.
Salam.
Eska sudrajad.

Tuesday, March 3, 2009

Wisma PT. Pusri


Wisma PT. Pusri.

Wisma PT. Pusri terletak di wilayah desa sukamarga,. Untuk mencapainya, jika anda datang dari daerah kota batu, simpangan ke arah wisma PT. Pusri ada disebelah kiri kira-kira dua kilo meter dari desa pilla, dan jika anda dari daerah simpang sender simpangan turun ke arah wisma PT. Pusri terdapat di sebelah kanan, sedangkan jika anda dari daerah banding agung, anda bisa menyusuri jalan yang ada di pinggiran danau dan jalan tersebut langsung menuju ke wisma PT pusri dengan catatat anda tidak menyimpang ke daerah desa jepara. Di wisma PT pusri anda dasat menyewa kamar untuk istirahat atau anda bisa menyewa rumah cottege untuk beristirahat sambil bersantai melihat keindahan danau Ranau dikarenakan bagian belakang Cottege langsung menghadap ke arah danau. Disini anda akan menemukan kedamaian bersama orang yang anda cintai. Buktikan.

Rumah Ranau


Sebagian besar rumah di Ranau berbentuk panggung, umumnya terbagi tiga, yaitu ruang depan (lempunggak), ruang tengah (lapang lom), dan dapur, lalu bagian belakang sekali terdapat tempat untuk cuci piring dsb, yang disebut Gakgang.. Lalu untuk naik ke rumah, disediakan dua buah tangga, satu didepan dan yang satu nya lagi di samping belakang. Namun sebenarnya, rumah Ranau yang asli , dibagian depannya terdapat Lepau, yaitu tempat bersantai, namun desain sekarang, Lepau nya dibuat disamping (seperti gambar di atas), dimana desain sekarang mengikuti desain umum rumah daerah meranjat yang mana kebanyakan tukang pembuat rumah berasal dari daerah tersebut. Bagian bawah rumah, atau bagian kolongnya biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan persediaan kayu bakar atau gudang, atau bisa juga dibuat toko atau warung. Untuk bagian atas (panggar) atau plafon biasanya dibuat tempat penyimpanan barang ringan. Itulah gambaran umum rumah-rumah penduduk Ranau. Namun saat ini, disebabkan semakin langkanya kayu sebagai bahan utama membuat rumah, maka rumah-rumah di Ranau dibuat dari bahan semen batu bata dan bentuk nya pun menjadi rumah biasa (bukan panggung) seperti kebanyakan rumah-rumah di indonesia.